Apa Itu Pengertian Metering Dalam Fotografi
Diposting oleh : salatigawebCom, - Dibaca: 5825 kali
Metering dalam fotografi mempunyai peran yang penting dalam menentukan exposure, yaitu dalam menghasilkan terang gelapnya suatu hasil foto. Pada prinsipnya, metering adalah proses mengukur cahaya yang masuk sebagai acuan kamera untuk menentukan nilai yang optimal bagi komponen-komponen yang terlibat. Komponen-komponen tersebut adalah shutter speed, aperture dan ISO.
Metering pada kamera bertujuan untuk menghasilkan exposure yang tepat sehingga gelap terangnya foto bisa seimbang antara area gelap (shadow), area tengah/grey/abu-abu (midtone) dan area terang (highlight). Jangan sampai hasil foto yang dihasilkan menjadi terlalu gelap (under-exposure) atau terlalu terang (over-exposure).
Kamera DSLR modern sekarang ini sudah dilengkapi dengan sensor cahaya pada beberapa bagian sensor imagenya. Proses metering langsung dilakukan oleh kamera dengan menganalisa intensitas cahaya yang mengenai beberapa bagian pada sensor tersebut. Pada kamera digital, baik DSLR maupun kamera digital biasa, kita bisa jumpai ada beberapa pilihan mode metering yang tersedia. Mode metering tersebut akan berfungsi pada saat kita memakai kamera digital dengan exposure otomatis atau semi otomatis (Aperture Priority/Shutter Priority/Program).
Evaluative Metering / Matrix Metering
Mode evaluative / matrix metering ini adalah mode yang sering digunakan oleh kebanyakan orang. Kamera akan menentukan exposure berdasarkan rata-rata pengukuran cahaya di semua bidang foto. Jadi, kamera akan menganggap cahaya pada semua bidang foto mempunyai prioritas yang sama penting. Masing-masing kamera mempunyai jumlah sensor cahaya yang berbeda, semakin banyak jumlahnya maka informasi cahaya yang didapatkan tentu akan lebih akurat. Semua data dari masing-masing sensor kemudian diolah/dirata-rata oleh kamera yang kemudian menjadi dasar penentuan exposure.
Pada sebagian besar situasi pemotretan baik indoor maupun outdoor, mode ini dianggap bisa diandalkan karena kamera memperhitungkan seluruh bidang foto. Namun ada situasi dimana mode ini kurang begitu tepat digunakan pada kondisi/situasi tertentu misalnya foto landscape yang memiliki elemen langit terang yang dominan dan berkontras tinggi.
Center-weighted Metering
Mode center-weighted metering mengandalkan pengukuran dari banyak area sensor, namun lebih memprioritaskan pengukuran pada bidang tengah foto, kurang lebih sekitar 75% dari bidang foto dan tidak terlalu memperhitungkan pengukuran cahaya di luar area tersebut itu. Lihat ilustrasi disamping.
Dengan memakai mode center-weighted metering, area tengah bidang foto yang pada umumnya jadi subjek foto, bisa mendapat exposure yang lebih optimal dibanding area diluar zona tersebut. Mode ini cocok untuk potret wajah atau kebutuhan lain yang memang memprioritaskan exposure yang tepat pada bagian tengah foto tersebut, sedangkan area di luarnya sedikit diabaikan/dibiarkan agak terang maupun agak gelap.
Partial Metering
Mode partial metering hanya mengukur sebagian dari bidang foto, kurang lebih sekitar 15%. Lihat ilustrasi disamping. Bidang ayng berada diluar lingkaran parsial akan diabaikan oleh kamera. Mode ini sering digunakan untuk mengatasi cahaya yang lebih terang dari arah belakang obyek foto (backlight). Akan tetapi perlu diingat bahwa latar belakang obyek foto menjadi terlalu terang.
Memang jika kita menggunakan mode evaluative/matrix atau center-weighted metering saat menghadapi kondisi dan situasi seperti ini, foto akan menghasilkan obyek yang siluet, tetapi kita bisa menggunakan flash dengan teknik fill-in untuk mengatasi masalah siluet tersebut pada saat pemotretan.
Spot Metering
Mode spot metering hanya mengukur cahaya pada bidang spot / titik kecil, kurang lebih sekitar 5% dari bidang foto, dan bisa dikatakan mengabaikan 95% area selain titik tersebut. Lihat ilustrasi disamping. Spot / titik kecil tersebut harus diarahkan tepat pada obyek yang akan diukur/difoto. Jika penempatan spot tersebut melenceng dari target obyek yang akan difoto, maka hasilnya akan berbeda. Tidak semua kamera digital menyediakan mode spot metering ini. Mode ini berguna untuk memotret di tempat yang pencahayaannya cukup kompleks.
Gunakan Fitur Lain Sebagai Pelengkap / Pendukung
Perlu diingat bahwa nilai exposure tidak ada standar pasti. Kita hanya mengandalkan mata dan perasaan untuk menilai apakah foto yang dihasilkan sudah memiliki exposure yang tepat atau tidak. Kadang foto yang kita ambil hasilnya agak gelap atau agak terang, tetapi jangan menganggap bahwa foto tersebut gagal. Kita bisa memanfaatkan fitur lain yang ada pada kamera kita untuk meminimalkan hasil yang kurang optimal. Kita bisa menggunakan fitur kompensasi exposure (Ev) ke arah negatif supaya lebih gelap atau ke arah positif supaya lebih terang. Kita juga bisa memakai bantuan tombol kuncian exposure (exposure lock/AE-L), atau bakan jika kita tetap tidak yakin, kita bisa menggunakan fitur bracketing pada saat pemotretan.
seputarfotograficom/memahami-apa-itu-pengertian-metering-dalam-fotografi








Mode evaluative / matrix metering ini adalah mode yang sering digunakan oleh kebanyakan orang. Kamera akan menentukan exposure berdasarkan rata-rata pengukuran cahaya di semua bidang foto. Jadi, kamera akan menganggap cahaya pada semua bidang foto mempunyai prioritas yang sama penting. Masing-masing kamera mempunyai jumlah sensor cahaya yang berbeda, semakin banyak jumlahnya maka informasi cahaya yang didapatkan tentu akan lebih akurat. Semua data dari masing-masing sensor kemudian diolah/dirata-rata oleh kamera yang kemudian menjadi dasar penentuan exposure.
Mode center-weighted metering mengandalkan pengukuran dari banyak area sensor, namun lebih memprioritaskan pengukuran pada bidang tengah foto, kurang lebih sekitar 75% dari bidang foto dan tidak terlalu memperhitungkan pengukuran cahaya di luar area tersebut itu. Lihat ilustrasi disamping.
Mode partial metering hanya mengukur sebagian dari bidang foto, kurang lebih sekitar 15%. Lihat ilustrasi disamping. Bidang ayng berada diluar lingkaran parsial akan diabaikan oleh kamera. Mode ini sering digunakan untuk mengatasi cahaya yang lebih terang dari arah belakang obyek foto (backlight). Akan tetapi perlu diingat bahwa latar belakang obyek foto menjadi terlalu terang.
Mode spot metering hanya mengukur cahaya pada bidang spot / titik kecil, kurang lebih sekitar 5% dari bidang foto, dan bisa dikatakan mengabaikan 95% area selain titik tersebut. Lihat ilustrasi disamping. Spot / titik kecil tersebut harus diarahkan tepat pada obyek yang akan diukur/difoto. Jika penempatan spot tersebut melenceng dari target obyek yang akan difoto, maka hasilnya akan berbeda. Tidak semua kamera digital menyediakan mode spot metering ini. Mode ini berguna untuk memotret di tempat yang pencahayaannya cukup kompleks.
